Selasa, 29 Juli 2014

Gejala sakit demam berdarah serta pertolongan pertama

Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Demam Berdarah
 
Gejala penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Namun secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sampai sekarang sering terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya.

Gejala Demam Berdarah Dengue

1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura

7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung

8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya

9. Hematemesis atau melena

10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)

11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
  • Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  • Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
  • Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia

Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Sistem medis menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:
  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun.
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Cara Penularan Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:
  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter

Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan

Cara pencegahan dilakukan dengan :

1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.

Cara penanganan pasien DBD antara lain:
  1. Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
  2. Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
  3. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
  4. Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
  5. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
  6. Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.

Sekarang ini merupakan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dimana nyamuk demam berdarah sedang berkembang biak. Karena itu, semoga pemahaman mengenai gejala demam berdarah ini bermanfaat untuk mencegah wabah penyakit yang satu ini.
Continue Reading...

Gejala penyakit asma serta pengobatannya

Gejala Penyakit Asma dan Obatnya

Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang populer di Indonesia. Dan disini kita membahasnya dari mulai gejala hingga cara pengobatannya.

Asma adalah penyakit pada saluran pernapasan dimana paru-paru (bronchial tubes) mengalami pembangkakan dan terbatasnya kemampuan bernapas. Otot dinding cabang tenggorokan mengetat, dan saluran pernapasan anda menghasilkan kelebihan lendir yang menyumbat jalan napas anda. Tanda dan gejala asma berbeda mulai dari napas yang berat sampai kepada serangan asma yang membahayakan nyawa.
Gejala Penyakit Asma
Penyakit asma tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol. Pengaturan itu termasuk menghindari pemicu asma dan melacak gejalanya pada anda. Anda mungkin akan memerlukan kontrol medis jangka panjang untuk mencegahnya menjadi lebih parah dan mengambil pengobatan darurat jangka pendek untuk mengontrol gejalanya pada saat pertama kali.

Asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan Anda sering tidak masuk dalam bekerja dan sekolah, atau menurunkan produktivitas. Karena asma dapat berubah dari waktu ke waktu, anda akan membutuhkan kerja sama dengan dokter untuk mengontrol asma anda dan menyesuaikan perawatan yang dibutuhkan.

A. Gejala Penyakit Asma

Asma memiliki tanda dan gejala mulai dari yang ringan sampai yang parah, dan bervariasi pada setiap orang. Anda mungkin memiliki gejala asma seperti napas yang berat secara rutin, dengan terkadang mengalami serangan asma. Di antara serangan asma tersebut anda mungkin akan merasa normal dan tidak memiliki masalah pernapasan. Atau, anda mungkin memiliki tanda dan gejala seperti batuk dan napas berat sepanjang waktu atau memiliki gejala primer pada malam hari, atau hanya saat berolahraga.

Tanda dan gejala asma antara lain:
  • Napas pendek
  • Pengetatan pada otot dada atau rasa sakit pada dada
  • Sulit tidur karena napas pendek, batuk atau napas sengau
  • Suara sengau atau siulan ketika bernapas
  • Batuk atau sengau yang memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu

Tanda penyakit asma kronis antara lain:
  • Bertambahnya tingkat keparahan dan frekuensi dari tanda dan gejala asma
  • Turunnya rata-rata maksimum aliran napas yang diukur oleh peak flow meter, peralatan sederhana yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik paru-paru anda bekerja
  • Meningkatnya kebutuhan untuk menggunakan bronchodilator – pengobatan yang membuka jalan napas dengan mengistirahatkan otot-otot saluran pernapasan

Berkerja sama dengan dokter anda untuk menentukan kapan anda membutuhkan penambahan obat atau mengambil langkah lain untuk merawat gejala asma yang memburuk dan membuat asma anda untuk dapat dikontrol kembali. Jika asma anda tetap memburuk, anda mungkin butuh perawatan Unit Gawat Darurat. Dokter anda dapat membantu mengajarkan anda untuk mengenali tanda-tanda dan gejala darurat jadi anda akan mengetahui kapan memerlukan bantuan.

B. Cara Pengobatan Asma Tradisional

Gejala-gejala asma tidak hanya bisa diobati dengan resep dokter, namun juga dengan pengobatan herbal secara tradisional. Berikut ini beberapa rsep tradisional untuk mengobati gejala penyakit asma:

1. Bunga Kenanga
Bahan: 15-30 gram bunga kenanga, 2 sendok teh gula pasir, dan air 200 cc.
Cara pengobatan: Bunga kenanga direbus dalam 200cc air hingga tersisa setengahnya. Tambahkan gula pasir dan aduk rata, kemudian disaring. Airnya diminum sekaligus satu kali sehari.

2. Bunga Matahari
Bahan: 1 kuntum bunga matahari, gula batu secukupnya, dan 500cc air.
Cara pengobatan: Bunga matahari segar dan gula batu direbus dalam 500cc air hingga tersisa 250cc. Kemudian disaring dan airnya diminum. Bagian bunga matahari yang digunakan hanya bagian tengahnya saja.

Baca juga artikel mengenai penyakit asma pada anak. Dan jangan lupa jaga selalu kesehatan anda.
Continue Reading...

Monopause dini : pengertian serta gejalanya

Pengertian dan Gejala Menopause Serta Menopause Dini

Apa itu menopause? Secara medis, pengertian Menopause adalah berhentinya menstruasi dan kesuburan secara permanen yang terjadi 12 bulan setelah menstruasi terakhir. Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

Menopause adalah proses biologis alami dan bukan penyakit medis. Meskipun secara fisik dan emosional gejala menopause dapat mengganggu tidur, menguras energi dan memicu perasaan sedih dan kehilangan. Menopause lebih disebabkan oleh perubahan hormon.

Gejala menopause biasanya mulai terlihat pada wanita usia 40 tahun. Namun sekarang ini banyak wanita yang mengalami menopause di usia muda. Gejala seperti ini disebut dengan menopause dini. Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, diantaranya gaya hidup serta pola makan tak sehat, tekanan kerja dan stres.

Gejala Menopouse

Tanda dan gejala menopause antara lain:
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Menurunnya kesuburan
  • Kering pada vagina
  • Tidur terganggu
  • Suasana hati yang mudah berubah
  • Bertambahnya lemak pada area perut
  • Penipisan rambut
  • Sulit untuk mengambil napas panjang

Dan berikut ini beberapa gejala wanita mengalami menopause dini seperti dilansir laman Boldsky:

1. Kekeringan vagina

Ketika mengalami siklus hormonal, vagina akan selalu dilumasi dengan baik. Tetapi jika vagina menjadi kering untuk jangka waktu yang cukup lama, itu bisa berarti Anda telah mendekati menopause.

2. Sensasi terbakar

Ini adalah tanda yang paling umum dari menopause. Jika Anda masih dalam usia dua puluhan dan merasa seperti telinga Anda terbakar, Anda perlu segera ke dokter.

3. Perubahan suasana hati

Banyak wanita mengalami perubahan suasana hati di mana mereka merasa mudah marah, sedih dan melankolis. Mereka juga sering merasa tertekan dan bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri kadang-kadang.

4. Perubahan pola tidur

Beberapa wanita mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat tidur nyenyak karena depresi atau gejolak hormonal. Perubahan pola tidur ini dapat mempengaruhi suasana hati, produktivitas kerja dan juga hubungan pribadi.

5. Gairah seksual yang rendah

Pada usia 20-an dan 30-an, dorongan seksual wanita seharusnya sedang berada di puncak. Tetapi jika Anda telah menghindari seks dan membuat banyak alasan untuk mengalihkan perhatian pasangan, Anda perlu segera memeriksakan kadar hormon Anda.

6. Menstruasi tidak teratur

Ketika siklus menstruasi menjadi tidak teratur secara tiba-tiba, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Periode menstruasi yang tidak teratur adalah bukti konklusif dari menopause dini.

7. Rendah kalsium

Ketika tingkat estrogen berkurang dalam tubuh, tulang mulai kehilangan kalsium. Jadi jika Anda mengalami sakit sendi atau tulang yang lemah, itu bisa berarti masa menopause sedang mendekati Anda.

8. Palpitasi

Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Ketika masa menopause sudah dekat, kondisi itu akan mulai mempengaruhi kesehatan jantung. Palpitasi adalah tanda masalah jantung.

9. Infertilitas

Jika kadar hormon dan menstruasi menjadi tidak teratur, Anda akan memiliki kesulitan untuk hamil. Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi hal yang umum di antara wanita yang mendekati menopause dini.

Penyebab Terjadinya Mebopouse

Penyebab menopause antara lain:
  1. Penurunan hormon reproduksi secara alamiah yang terjadi seiring dengan usia sekitar 40an tahun.
  2. Hysterectomy (pergerakan uterus). Meskipun anda tidak lagi mengalami menstruasi, ovarium akan tetap memproduksi sel telur dan hormon estrogen dan progesteron. Tetapi proses perpindahan tidak akan terjadi karena berpindahnya uterus dan ovarium.
  3. Chemotherapy dan terapi radiasi lain yang digunakan untuk mengobati kanker dapat menyebabkan menopause.
  4. Tidak cukup memproduksi hormon reproduksi.

Tahapan Menopause

Menopause sendiri memiliki dua tahapan, yaitu Perimenopause dan Postmenopause.

Perimenopause

Pada tahap ini anda akan mulai mengalami tanda dan gejala menopause meskipun anda tetap mengalami menstruasi. Hormon anda akan meningkat dan turun dengan tidak merata, dan anda mungkin mengalami gejala menopause.

Postmenopause

Ketika 12 bulan telah lewat sejak menstruasi terakhir anda, anda telah mengalami menopause. Ovarium menghasilkan sedikit estrogen dan tidak ada progesteron.

Oke, itu dia beberapa penjelasan singkat mengenai tanda dan gejala menopuse pada wanita. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.
Continue Reading...

Ejakulasi dini : penyebab, gejala serta pengobatannya

Gejala Ejakulasi Dini, Penyebab dan Cara Pengobatan

Ejakulasi dini merupakan salah satu masalah seksual yang umum terjadi pada laki-laki. Hampir satu diantara 4 pria bisa mengalami ejakulasi dini. Jika ejakulasi dini hanya terjadi sekali-kali, itu bukanlah sebuah masalah. Namun, akan menjadi masalah besar jika hal tersebut terus terjadi berulang-ulang, bahkan setiap kali Anda melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Ejakulasi Dini
Pada umumnya para pria merasa malu untuk membicarakan masalah ini, bahkan untuk berobat. Padahal, ejakulasi dini merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Dengan beberapa pengobatan, konsultasi dan teknik saat berhubungan intim, bisa membantu Anda memperbaiki kualitas hubungan dengan pasangan.

Gejala Ejakulasi Dini


Tanda dan gejala ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi sebelum anda dan pasangan anda harapkan, menyebabkan masalah atau stress. Bagaimanapun, masalah dapat terjadi pada semua situasi seksual, bahkan saat masturbasi.

Dokter umumnya mengklasifikasikan ejakulasi dini dalam ejakulasi dini primer dan sekunder.

Gejala ejakulasi dini primer ditandai dengan:
  • Ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi dalam satu menit atau kurang pada saat penetrasi.
  • Ketidakmampuan menunda ejakulasi saat atau ketika baru saja melakukan penetrasi.
  • Konsekuensi negatif, seperti stress, frustasi atau menghindari hubungan seksual.

Sedangkan gejala ejakulasi dini sekunder antara lain:
  • Ditandai dengan ejakulasi yang terus menerus atau berulang dengan rangsangan yang minimal sebelumnya, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum anda mengharapkannya.
  • Menyebabkan stress dan masalah dalam hubungan.
  • Terjadi setelah sebelumnya anda mengalami kepuasan dalam hubungan seksual tanpa masalah ejakulasi.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab ejakulai dini sangat erat kaitannya dengan faktor psikologis dan disfungsi ereksi. Berikut ini penjabarannya.

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Meskipun yang diketahui sebelumnya kondisi ini adalah masalah psikologis, saat ini kita mengetahui ejakulasi dini lebih rumit dan berkaitan dengan faktor psikologis dan biologis yang kompleks.

Penyebab psikologis

Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman seksual sebelumnya dapat menentukan pola yang dapat menjadi sulit untuk dirubah dikemudian hari, seperti:
  • Situasi dimana anda mungkin harus mencapai klimaks dengan segera.
  • Rasa bersalah yang meningkatkan kecenderungan anda untuk terburu-buru saat melakukan hubungan.

Faktor lainnya dapat memainkan peran menyebabkan ejakulasi dini antara lain:
  • Disfungsi ereksi
  • Gelisah
  • Masalah dalam hubungan

Penyebab biologis

Beberapa faktor biologis dapat berkontribusi terhadap ejakulasi dini, antara lain:
  • Kadar hormon yang tidak normal
  • Tidak normalnya kadar zat kimia otak yang disebut neurotransmitter
  • Tidak normalnya aktifitas refleks sistem ejakulasi
  • Masalah tiroid tertentu
  • Pembengkakan dan infeksi pada prostat atau uretra
  • Keturunan

Penyebab langka pada ejakulasi dini antara lain:
  • Kerusakan sistem syaraf karena operasi atau trauma
  • Berhenti dari penggunaan narkotik atau obat yang disebut trifluoperazine yang digunakan untuk mengobati gelisah dan masalah kesehatan mental lainnya

Faktor risiko

Berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko ejakulasi dini antara lain:
  • Mengalami disfungsi ereksi.
  • Memiliki masalah kesehatan yang menyebabkan anda merasa gelisah ketika melakukan hubungan seksual, contohnya penyakit jantung.
  • Stress
  • Obat tertentu yang mempengaruhi fungsi otak

Cara Pencegahan & Pengobatan

Pada beberapa kasus, ejakulasi dini dapat disebabkan oleh lemahnya komunikasi di antara pasangan atau salah pengertian perbedaan fungsi seksual wanita dan laki-laki. Wanita membutuhkan rangsangan yang lebih lama daripada laki-laki untuk mencapai orgasme, dan perbedaan ini menyebabkan kecenderungan menambah tekanan pada saat berhubungan seksual. Bagi banyak laki-laki, merasakan tekanan pada saat berhubungan seksual meningkatkan risiko ejakulasi dini.

Buka komunikasi diantara pasangan dan kesediaan mencoba berbagai pendekatan untuk membantu kedua pasangan mencapai kepuasan, dapat membantu mengurangi konflik dan rasa gelisah. Jika anda tidak puas dengan pasangan anda, katakan pada pasangan anda mengenai masalah anda. Coba pendekatan pada topik percintaan anda dan hindari membuat marah pasangan anda karena rasa tidak puas anda.

Jika anda tidak mampu menyelesaikan masalah seksual anda secara mandiri, hubungi dokter anda. Dokter anda dapat merekomendasikan untuk menemui terapis yang dapat membantu anda dan pasangan anda dalam memperbaiki kualitas hubungan anda dan pasangan anda.

Pengobatan Tradisional

Salah satu cara mengobati ejakulasi dini adalah dengan daun kemangi. Daun kemangi mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan reproduksi baik pria maupun wanita. Kandungan arginin-nya dapat memperkuat daya tahan sperma dan mencegah kemandulan. Senyawa anetol dan boron juga sangat berperan dalam menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita. Baca: Khasiat Daun Kemangi.

Untuk mendapatkan khasiat dari daun kemangi cukup dengan cara merebusnya, kemudian air rebusan daun kemangi tersebut diminum. Atau bisa juga dengan memakan daun kemangi seperti lalapan.

Oke, cukup sekian pembahasan kita mengenai ejakulasi dini. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan Anda.
Continue Reading...

Gejala sakit kepala kronis serta penyebabnya

Gejala Sakit Kepala Kronis dan Penyebabnya

Apa itu sakit kepala kronis? Sakit kepala kronis adalah sakit kepala yang lebih dari biasanya. Rasa sakit yang tak pernah berhenti dari akibat yang ditimbulkan oleh sakit kepala kronis ini sering membuat penderitanya tidak tahan.

Sakit kepala kronis merupakan variasi dari sakit kepala harian. Didefinisikan bahwa sakit kepala harian pasti terjadi 15 hari atau lebih dari sebulan, paling tidak tiga bulan. Dan menjadi pemikiran utama dari sakit kepala kronis harian, bahwa penyakit itu juga tidak menghasilkan kondisi yang lain. Jadi Anda tidak perlu khawatir, sakit kepala kronis bukan indikasi adanya penyakit yang lebih berat atau lebih berbahaya, namun hanya merupakan siklus harian.

Sakit Kepala Kronis
Sekarang, mari kita kenali beberapa penyebab dan gejala sakit kepala kronis lewat penjelasan berikut ini:

Gejala Sakit Kepala Kronis

Sakit kepala kronis harian diklasifikasikan dengan seberapa lama mereka terasa terakhir kalinya – lebih dari empat jam atau lebih sedikit dari empat jam. Lamanya sakit kepala terakhir yang anda rasakan dapat menunjukkan tipe apa sakit kepala yang anda alami.

  • Migrain kronis
  • Sakit kepala kronis akibat tekanan darah
  • New daily persistent headache
  • Hemicrania continua

1. Migrain kronis

Sakit kepala ini berkembang dari migraine yang datang tiba-tiba. Untuk dapat terdiagnosis, anda harus memiliki sakit kepala – migraine, sakit kepala akibat tekanan darah atau keduanya – 15 hari atau lebih dalam sebulan, untuk tiga bulan terakhir. Sebagai tambahan, pada delapan hari atau lebih untuk tiga bulan terakhir, anda pasti mengalami gejala berikut.

Sakit kepala anda harus memiliki paling sedikit dua karakteristik berikut:
  • Menyerang hanya pada satu sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang berdenyut
  • Menyebabkan sakit dari yang sedang ke yang parah
  • Menjadi jengkel pada aktifitas fisik yang rutin

Dan gejala itu menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Mual, muntah atau keduanya
  • Sensitif pada cahaya dan suara

Kalau tidak, jika sakit kepala anda merespon pengobatan triptan atau ergot ambil antisipasi gejala tersebut – pada delapan hari atau lebih dalam sebulan atau lebih dalam sebulan pada tiga bulan terakhir – itu juga merupakan migrain kronis.

2. Sakit kepala kronis akibat ketegangan (tension headache)

Sakit kepala ini berkembang dari sakit kepala akibat ketegangan yang datang tiba-tiba. Sakit kepala ini mungkin terjadi pada jam-jam terakhir atau secara terus menerus.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan memiliki paling sedikit dua dari karakteristik berikut:
  • Sakit di kedua sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang ringan sampai sedang
  • Menyebabkan sakit yang terasa ditekan atau mengetat akan tetapi tidak berdenyut
  • Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Sensitif pada suara atau cahaya
  • Mual ringan

3. New daily persistent headache

Sakit kepala ini menjadi konstan dalam beberapa hari dari pertama kali anda mengalami sakit kepala.
New daily persistent headache paling tidak memiliki dua dari karakteristik berikut :
  • Sakit pada dua sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang terasa seperti ditekan atau mengetat, tapi tidak berdenyut
  • Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
  • Sensitif pada suara atau cahaya
  • Mual ringan

4. Hemicrania continua

Hemicrania continua sakit kepala ini menyebabkan sakit pada satu sisi kepala yang tidak berpindah sisi. Mereka juga:
  • Harian dan berlanjut dengan periode tanpa rasa bebas dari sakit
  • Menyebabkan sakit yang sedang tapi terasa menusuk ketika parah
  • Merespon resep pereda rasa sakit indomethacin (Indocin)
  • Mungkin terkadang menjadi parah dengan berkembang dengan gejala seperti migrain

Sebagai tambahan, sakit kepala hemicrania continua menyebabkan paling tiba satu dari hal berikut:
  • Keluar air mata atau mata merah sebagai efek samping
  • Nafas sengau atau hidung berair
  • Kelopak mata layu atau penyempitan pupil

Penyebab Sakit Kepala Kronis

Penyebab sebagian besar sakit kepala kronis harian tidak begitu dimengerti. Yang utama dari sakit kepala kronis harian tidak dapat diidentifikasi berdasarkan kasus. Sakit kepala kronis harian terjadi jika :
  • Anda memiliki respon yang memuncak pada tanda rasa sakit
  • Bagian dari otak anda yang menekan rasa sakit tidak bekerja secara baik

Frekuensi sakit kepala lain mungkin disebabkan berdasarkan penyakit atau kondisi yang berbeda-beda, termasuk:
  • Pembengkakan atau masalah lain pada pembuluh darah dan kisaran otak, termasuk stroke.
  • Infeksi, contohnya meningitis
  • Tekanan pada intracranial baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah
  • Tumor otak
  • Cedera trauma pada otak

Banyak orang yang memiliki frekuensi sakit kepala sebenarnya mengalami efek dari terlalu seringnya mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit. Jika anda mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit – bahkan analgesics tanpa resep – lebih dari tiga hari dalam seminggu, anda berisiko mengalami peningkatan sakit kepala.

Faktor Risiko Terkena Sakit Kepala Kronis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi sakit kepala adalah:
  • Gelisah
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Mendengkur
  • Berlebihan dalam menggunakan kafein
  • Berlebihan dalam menggunakan obat pereda rasa sakit
  • Secara rutin memakai sesuatu yang membuat ketegangan pada kepala atu leher

Cara pencegahan untuk sakit kepala kronis bisa dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat seperti rajin berolahraga, tidur yang cukup, makan teratur, rileks, kurangi stress dan kurangi konsumsi kafein. Mengurangi penggunaan obat-obatan medis serta menghindarkan diri dari pemicu sakit kepala adalah cara yang bagus agar terhindar dari sakit kepala kronis.
Continue Reading...

Obesitas: penyebab, pencegahan serta faktor resiko

Gejala Obesitas, Penyebab, Faktor Resiko dan Pencegahan

Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas.

Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius.

Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan Kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini:
BMI  Status berat badan
Dibawah 18,5Kurang
18,5 – 24,9Normal
25,5 – 29,5Kelebihan
30,0 dan lebih tinggiObesitas

Gejala Obesitas

Gejala yang berhubungan dengan obesitas antara lain:
  • Sulit tidur
  • Mendengkur
  • Henti napas untuk sementara secara tiba-tiba saat tidur
  • Nyeri punggung atau sendi
  • Berkeringat secara berlebihan
  • Selalu merasa panas
  • Ruam atau infeksi pada lipatan kulit
  • Sulit bernapas
  • Sering ngantuk dan lelah
  • Depresi

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Ada pengaruh genetik dan hormon pada berat badan. Hal yang paling mendasar adalah obesitas terjadi ketika tubuh menerima lebih banyak kalori daripada membakarnya. Kalori tersebut kemudian menumpuk dan menjadi lemak.

Obesitas biasanya merupakan hasil dari kombinasi antara faktor-faktor berikut :
  • Tidak aktif secara fisik sehingga pembakaran lemak menjadi sedikit
  • Makan makanan tinggi kalori, terutama makanan cepat saji
  • Beberapa wanita sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan, hal ini memicu obesitas
  • Kurang tidur
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat diabetes, anti kejang, antidepressants, antipsychotic, steroids dan beta blockers.
  • Masalah medis lain.

Faktor risiko

Gaya hidup
Obesitas bisa terjadi karena banyak faktor, “Namun, 90% obesitas terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat,” kata dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Salah satu faktornya adalah karena asupan makanan yang melebihi kebutuhan tanpa diimbangi aktivitas yang cukup, atau istilah kerennya, sedentary lifestyle (gaya hidup tanpa banyak bergerak). Padahal, aktivitas yang cukup diperlukan untuk membakar kelebihan energi yang ada. Jika hal ini tidak terjadi, maka kelebihan energi akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam sel-sel lemak. Tapi, jangan langsung panik saat mengingat jumlah makanan yang Anda makan tadi malam. Sebab hal ini tak terjadi dalam waktu singkat, tapi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Faktor Genetik
Hal lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas adalah faktor genetik, yaitu sebanyak 25-35 %. Jadi, jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat obesitas, maka Anda memiliki risiko yang lebih tinggi menderita obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidak. “Tapi faktor genetik juga berhubungan dengan masalah gaya hidup yang kurang sehat,” kata dr. Inge. Sebab jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki masalah obesitas yang disebabkan karena hal tersebut, maka hal itu juga akan memengaruhi Anda.

Faktor Lain
Beberapa hal lain yang turut berperan dalam obesitas adalah konsumsi obat-obatan tertentu –seperti obat depresi– dan faktor usia. Saat usia Anda bertambah, maka kinerja sistem metabolisme Anda akan menurun. Hal ini menyebabkan lemak menjadi lebih cepat tersimpan. Hasilnya? Tubuh Anda akan membesar.

Cara Mencegah Obesitas

Jika dulu penyakit ini hanya mengintai pria dewasa lebih tepatnya usia lanjut, sekarang ini obesitas bisa dengan mudah menyerang para remaja, anak-anak hingga balitas.

Untuk mencegah obesitas dapat melakukan tindakan sebagai berikut :
  • Sering berolahraga
  • Makan makanan sehat rendah lemak
  • Jaga berat badan sehat anda
  • Selalu konsisten terhadap perencanaan mengenai gaya hidup sehat anda sehari-hari

Ada rumus dari Dr Aman mengenai cara menghindari obesitas, yaitu "Rumus 5210". Lebih jauh lagi Dokter Aman Bhakti Pulungan, Ketua Bidang Ilmiah IDAI, memberikan penjelasan mengenai rumus ini.

5 kali (minimal) makan buah dan sayur setiap hari
Usahakan buah dan sayur selalu ada, meski buah yang harganya murah.

2 jam duduk sudah terlalu lama
Di luar waktu sekolah, anak tak boleh duduk lebih dari dua jam. Waktu menonton televisi, bermain game, dan sebagainya harus dipangkas. Kebanyakan duduk membuat metabolisme tubuh terganggu dan tidak ada pembakaran kalori sehingga memicu obesitas.

1 jam aktivitas fisik setiap hari
Selain aktivitas fisik satu jam per hari, usahakan melakukan olahraga terstruktur selama 20 menit minimal tiga kali dalam sepekan. Aktivitas fisik bisa berupa jalan, naik tangga, dan sebagainya. Kebiasaan turun dari mobil, masuk kelas, serta dijemput langsung masuk mobil lagi harus dibuang. Olahraga yang bisa dipilih seperti jalan, lari, bersepeda, dan berenang.

0 gram gula
Sesedikit mungkin mengkonsumsi minuman manis. Saat ini kebanyakan anak minum minuman yang serba manis, seperti teh dan jus. Semua itu harus dikurangi dan diganti dengan banyak minum air putih.

Nah, semoga informasi mengenai gejala dan penyebab obesitas  ini bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan. Paling tidak bisa menambah wawasan. Terima kasih dan jaga selalu kesehatan Anda.
Continue Reading...

Penyakit malaria: penyebab, pencegahan serta pengobatannya

Gejala Malaria, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles. Nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria ini banyak terdapat pada daerah dengan iklim sedang khususnya di benua Afrika dan India. Termasuk juga di Indonesia.

Parasit plasmodium yang ditularkan nyamuk ini menyerang sel darah merah. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Nyamuk Malaria Anopheles
Setiap tahunnya, sekitar 1,2 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit malaria. Demikian menurut data terbaru yang dimuat dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet. Angka yang dilansir itu jauh lebih tinggi dari perkiraan WHO tahun 2010 yakni 655.000.

Banyak yang mengira penyakit malaria sama dengan demam berdarah karena punya gejala yang mirip dan sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun perlu diketahui bahwa keduanya berbeda. Malaria disebabkan oleh nyamuk anopheles yang membawa parasit plasmodium, sementara demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa visrus Dengue.

Gejala Penyakit Malaria

Gejala malaria mirip dengan gejala flu biasa. Penderita mengalami demam, menggigil, nyeri otot persendian dan sakit kepala. Penderita mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala khas malaria adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang ulang. Pengulangan bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali atau tiga hari sekali terggantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lain warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Infeksi awal malaria umumnya memiliki tanda dan gejala sebagai berikut :
  • Menggigil
  • Demam tinggi
  • Berkeringat secara berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh
  • Mengalami ketidaknyamanan dan kegelisahan (malaise)

Tanda dan gejala lain antara lain:
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare

Dalam beberapa kasus, parasit penyebab malaria bisa bertahan dalam tubuh manusia selama beberapa bulan. Sementara itu, infeksi akibat parasit P. falciparum biasanya lebih serius dan lebih mengancam nyawa. Sehingga ketika merasakan gejala tersebut, penangan dokter lebih awal sangat disarankan.

Penyebab, Penularan & Faktor Risiko

Meski memiliki gejala yang hampir mirip, malaria dan demam berdarah disebabkan oleh nyamuk yang berbeda. Nyamuk penyebab demam berdarah adalah Aedes Aegypti, dan menyerang pada siang hari. Sementara nyamuk Anopheles penyebab malaria menyerang pada pagi dan sore hari.

Penyebab Malaria

Parasit yang menyebabkan malaria disebut plasmodium. Ada 170 jenis plasmodium, tapi hanya empat yang menyebabkan malaria pada manusia :
  • P. falciparum, merupakan jenis yang banyak terdapat di Afrika dan menyebabkan gejala yang parah.
  • P. vivax, merupakan jenis yang banyak terdapat di daerah tropis Asia.
  • P. malariae, banyak terdapat di Afrika dan dapat berdiam di aliran darah tanpa menimbulkan gejala apapun untuk beberapa tahun.
  • P. ovale, banyak terdapat di Afrika bagian barat.

Proses Penularan Penyakit Malaria

Penularan parasit plasmodium kepada manusia adalah melalui nyamuk anopheles betina. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi malaria, nyamuk tersebut menyedot parasit yang disebut gametocytes. Parasit tersebut menyelesaikan siklus pertumbuhannya di dalam tubuh nyamuk dan kemudian merambat ke kelenjar ludah nyamuk. Pada saat menggigit anda, nyamuk ini menyuntikan parasit ke aliran darah anda. Menuju hati kemudian melipatgandakan diri.

Bentuk penularan lain yang dapat terjadi dapat berupa penularan dari wanita hamil ke janin. Malaria juga dapat menular melalui transfusi darah.

Faktor Risiko Terkena Malaria


Mereka yang memiliki imunitas rendah terhadap malaria memiliki risiko yang lebih besar. Hal ini berlawanan dengan mereka yang tinggal di daerah endemik karena telah memiliki imunitas terhadap malaria.

Mereka yang berisiko mengalami malaria antara lain:
  • Anak-anak dan bayi
  • Pelancong yang datang dari wilayah tanpa malaria
  • Wanita hamil dan janinnya

Pencegahan dan Cara Pengobatan

Tidak ada vaksin yang efektif untuk melawan malaria. Pada negara-negara endemik cara pencegahannya adalah dengan menjauhkan nyamuk dari manusia dengan memakai obat nyamuk atau jaring nyamuk.

Cara Pencegahan

Biasanya pemerintah melakukan foging (pengasapan) di tempat-tempat endemik malaria. Namun kita juga bisa melakukan pencegahan seperti berikut:
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai baju tertutup
  • Menggunakan krim anti nyamuk
  • Memasang kelambu anti nyamuk
  • Jika Anda akan bepergian ke tempat di mana banyak nyamuk malaria mengancam, konsultasikan dulu dengan dokter
  • Jangan keluar rumah setelah senja
  • Menyemprotkan obat nyamuk di kamar tidur dan isi rumah

Jangan lupa, jaga kesehatan diri dengan makan makanan bergizi dan olahraga teratur untuk meningkatkan sistem imun dan mencegah serangan penyakit malaria!

Cara Pengobatan

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria yaitu : jenis plasmodium yang menginfeksi, keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan) dan jenis obat yang cocok untuk plasmodium penginfeksi. Jenis obat tergantung dari daerah geografis tempat plasmodium tersebut hidup. Hal tersebut disebabkan adanya plasmodium yang sudah resisten terhadap beberapa obat pada daerah daerah tertentu.

Malaria ringan dapat diberikan obat oral. Sedangkan malaria berat yang mempunyai gejala klinis perdarahan harus di observasi di rumah sakit dengan pengobatan intra vena.

Untuk lebih jelasnya, mengenai cara pengobatan penyakit malaria akan kami buat postingan khusus. Tunggu saja.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author